Langsung ke konten utama

Pengelolaan kelas



MAKALAH PENGELOLAAN PENGAJARAN PAI

PENGELOLAAN  KELAS





Disusun Oleh :

Kelompok 6

               NAMA :  1. LIYANA HARYANI (2017.01.096)
                               2. M. RISKI (2017.01.110)
                               3.MIFTAHUL SAFITRIA  (2017.01.112)
                               4. M. ALFIAN (2017.01.117)





DOSEN PENGAMPUH : ANI NAFISAH,M.Pd.I



Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Qur’an Al-Ittifaqiah
(STITQI) Indralaya
Tahun Ajaran
2017-2018















Daftar Isi

Daftar Isi........................................................................................................... i
BAB I: PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang..................................................................................... 1
2.      Rumusan Masalah................................................................................ 1
3.      Tujuan.................................................................................................. 2
BAB II: PEMBAHASAN
1.      Pengertian Pengelolaan Kelas....................................................3
2.      Tujuan Pengelolaan Kelas.................................................................4
3.      Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas...............................................5
4.      Prinsip – Prinsip Dalam Pengelolaan Kelas......................................6
5.      Komponen-Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas...............7
6.      Beberapa Masalah Pengelolaan Kelas.........................................10
7.      Penataan Ruang Kelas.......................................................................13
8.      Pengaturan siswa...............................................................................14
9.      Pengelolaan Kelas yang Efektif........................................................15
BAB III: PENUTUP
1.      Kesimpulan........................................................................................ 16
Daftar pustaka................................................................................................ 19




















BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang                         
Tujuan yang diniatkan dalam setiap kegiatan belajar-mengajar baik yang bersifat instruksional maupun tujuan pengiring akan dapat dicapai secara optimal apanila dapat diciptakan dan dipertahankan kondisi yang menguntungkan bagi peserta didik. Dalam setiap proses pengajaran kondisi ini harus direncanakan dan diusahakan oleh guru secara sengaja agar dapat dihindarkan kondisi yang merugikan ( usaha pencegahan ), dan mengembalikan kepada kondisi yang optimal apabila terjadi hal-hal yang merusak yang disebabkan oleh tingkah laku peserta didik di dalam kelas ( usaha kuratif ). Usaha guru dalam menciptakan kondisi yang diharapkan efektif apabila diketahui secara tepat factor-faktor mana sajakah yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam proses belajar-mengajar, mengenali masalah-masalah apa sajakah yang diperkirakan dan biasanya timbul serta dapat merusak iklim belajar-mengajar, penguasaan berbagai pendekatan dalam pengelolaan kelas serta kapan penggunaan pendekatan yang tepat.
 B.             Rumusan Masalah
Dalam penulisan makalah ini terdapat beberapa rumusan masalah yang akan kami bahas yaitu:
1.      Apa itu Pengertian Pengelolaan kelas?
2.      Apa Tujuan Pengelolaan Kelas?
3.      Apa saja pendekatan dalam pengelolaan kelas?
4.      Apa Saja Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas ?
5.      Apa Saja  komponen-komponen dalam pengelolaan kelas ?
6.      Apa Yang Menjadi Masalah dalam pengelolaan kelas ?
7.      Apa itu penataan ruang kelas ?
8.      Apa saja pengaturan siswa ?
9.      Apa itu pengelolaan kelas yang aktif ?
C.  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah :
1). Memahami tugas mata kuliah
2). Menambah wawasan dan pengetahuan tentang Strategi Pembelajaran.
3). Menguasai materai perkuliahan khususnya topik Pengelolaan    
      Kelas.






















BAB II
PENGELOLAAN KELAS

A.    Pengertian Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan [1]memelihara bila terjadi gangguan dalam proses belajar-mengajar. Suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran dan hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa.
Made Pidarta dengan mengutip pendapat Lois V. Johnson dan Marry A. Bany, mengemukakan bahwa pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas. Dalam hal ini guru bertugas menciptakan, memelihara dan mempertahankan sistem / organisasi kelas. Sehingga individu siswa dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya dan energinya pada tugas-tugas individual.
Menurut Hadari Nawawi ( 1989 : 115 ), pengelolaan kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid. Suharsimi memahami pengelolaan kelas yang menyangkut pengelolaan siswa dan pengelolaan fisik ( ruangan, perabot, alat pengajar ).

B.  Tujuan Pengelolaan Kelas
Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi[2] bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual di dalam kelas. Fasilitas yang disediakan memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplai, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa ( Sudirman N, 1991, 311 ). Tujuan lainnya adalah mengantarkan anak didik dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan dari tidak berilmu menjadi berilmu.
Menurut Ahmad ( 1995 : 2 ), tujuan pengelolaan kelas adalah :
1).   Mewujudkan situasi dan kondisi kelas
2). Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar-mengajar.
3). Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar.
4). Membina dan membimbing sesuia dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individu.
Pengelolaan dan pembelajaran dapat dibedakan tetapi memiliki fungsi sama. Pengelolaan penekanannya pada aspek pengaturan ( management ). Sementara pembelajaran ( instruction ) penekanannya pada aspek mengelola atau memproses materi pembelajaran. Kedua hal ini memiliki tujuan yang sama yaitu tujuan pembelajaran.

C.    Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas berdasarkan pendekatannya diklasifikasikan menjadi :
            1). Pendekatan Otoriter ( Autority Approach ), pengelolaan kelas adalah [3]kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku sisiwa dengan penerapan disiplin secara ketat. Dalam pendekatan ini mengandung unsure kekuasaan dan ancaman.
            2). Pendekatan Permisif ( Permisive Approach ), pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru dengan member kebebasan kepada siswa untuk melakukan berbagai aktifitas sesuai dengan yang mereka inginkan.
            3). Pendekatan Resep, pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan dengan member satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah / situasi kelas.
            4). Pendekatan Pengajaran, pengelolaan kelas adalah upaya merencanakan dan mengimplemantasikan pelajan yang baik.
              5). Pendekatan Perubahan Perubahan Tingkah Laku ( Behavior Modifikation Approach ), pengelolaan kelas adalah upaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi perubahan perilaku yang bersifat positif dari sisiwa dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki perilaku negative siswa.
              6). Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial ( Sosio Emosional  Climate Approach ), pengelolaan kelas adalah upaya untuk menciptakan suasana hubungan interpersonal yang baik dan sehat antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa.
7). Pendekatan Proses Kelompok ( Group Proses Approach ), pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif.
8). Pendekatan Pluralistik ( Electis Approach ) adalah pandangan yang mencakup tiga pendekatan  ( perubahan tingkah laku, iklim sosio emosional, dan proses kelompok).    
        D.  Prinsip – Prinsip Dalam Pengelolaan Kelas
Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam kelas, prinsip-[4]prinsip pengelolaan kelas dapat dipergunakan. Maka adalah penting bagi guru untuk mengetahui dan menguasai prinsi-prinsip pengelolaan kelas, yang di uraikan berikut ini :
       1.      Hangat dan antusias
Hangat dan antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar.guru yang hangat dan akrab engan anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktivitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas
       2.      Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah anak didik untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang
       3.      Bervariasi
Penggunaan alat atau media atau alat bantu,gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik mengurangi munculnya gangguan, kevariasian dalam penggunaan apa yang dsi sebut diatas merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif.
       4.      Keluesan
Keluesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan anak didik serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif.
       5.      Penekanan pada hal-hal yang positif
Pada dasarnya, dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif, dan menghindari pemusatan perhatian anak didik pada hal-hal yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif, dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan Yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar
6.      Penanaman disiplin diri
Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri. Karena itu,guru sebaiknya selalu mendorong anak didik untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengenai pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya iku disiplin berdisiplin dalam segala hal.
E.   Komponen-Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas
Berhubungan dengan Penciptaan dan Pemeliharaan Kondisi Belajar yang[5] Optimal ( Bersifat Preventif ). Keterampilan Preventif adalah upaya secini mungkin yang dilakukan oleh guru untuk mencegah terjadinya gangguan dalam pembelajaran. Keterampilan dalam hal ini berhungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran serta aktivitas yang berkaitan dengan keterampilan :
a). Sikap tanggap, perhatian, keterlibatan, ketidakacuhan, dan ketidakterlibatan siswa dalam tugas-tugas di kelas. Siswa merasa bahwa guru hadir bersama mereka dan tahu apa yang mereka perbuat. Kesan ini ditunjukkan dengan cara :
  •  Memandang secara seksama, bercakap-cakap, bekerja sama, dan menunjukkan     rasa persahabatan
  • Gerak mendekati kelompok kecil atau individu secara wajar menandakan kesiagaan, minat, dan perhatian guru terhadap tugas serta aktivitas siswa
Memberikan pernyataan dengan tanggapan, komentar, ataupun yang lainnyakepada siswa. Namun tanpa menunjukkan dominasi  guru, seperti member komentar atau pertanyaan yang mengandung ancaman
  • Memberikan reaksi terhadap gangguan dan ketkacuhan siswa dengan bentuk teguran pada saat dan suasana yang yang tepat agar penyimpangan tingkah laku tidak meluas.
b). Memberi perhatian mampu menumbuhkan pengelolaan kelas yang efektif pada beberapa kegiatan yang berlangsung pada waktu yang sama. Membagi perhatian dapat dibedakan menjadi dua :
  • Visual, mengalihkan pandangan dari satu kegiatan kepada kegiatan yang lain dengan kontakpandang terhadap kelompok siswa atau individu
  • Verbal, guru dapat memberikan komentar, penjelasan, pertanyaan dan sebagainyaterhadap aktivitas seorang siswa sementara ia memimpin kegiatan siswa lain.
c). Memusatkan perhatian kelompok terhadap tugas-tugas yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
  • Memberi tanda untuk menciptakan suasana tenang ketika akan memperkenalkan objek, pertanyaan, atau topik
  • Menuntut tanggung jawab sisiwa.
d).  Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas dan singkat dalam pelajaran.
e)   Menegur tingkah laku siswa yang mengganggu kelas atau kelompok kelas secara verbal dengan cara :
  • Tegas dan  jelas tertuju kepada siswa yang mengganggu serta perbuatan menyimpang
  • Menghindari peringatan yang kasar, menyakitkan atau penghinaan
  • Menghindari ocehan atau ejekan, apalagi berkepanjangan.
f).  Memberi penguatan dengan cara :
  • Menangkap sisiwa saat melakukan perbuatan mengganggu dan menegurnya
  • Menjadikan siswa yang bertingkah laku wajar sebagai contoh atau teladan bagi siswa yang mengganggu.
g).  Kelancaran atau kemajuan siswa sebagai indicator bahwa siswa dapat memusatkan perhatiannya pada pelajaran yang diberikan di kelas dan jangan diganggu dengan sesuatu yang bisa membuyarkan konsentrasi anak didi. Ada sejumlah kesalahan yang harus dihindari, yaitu :
  • Campur tangan yang berlebihan ( Teacher Instruction )
  • Kelenyapan ( Fade Away )
  • Penyimpangan ( Digression )
  • Ketidaktepatan  berhenti dan memulai kegiatan
  • Kecepatan ( Pacing )
  • Bertele-tele ( Overdwelling )
  • Mengulangi penjelasan yang tidak perlu. 
2.   Keterampilan yang Berhubungan dengan Pengembangan Kondisi Belajar yang Optimal ( Bersifat Refresif dan Perubahan Tingkah Laku ).
Refresif adalah kemampuan guru mencari atau menemukan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam lingkungan pembelajaran. Strategi untuk tindak perbaikan terhadap tingkah laku siswa yang terus-menerus menimbulkan gangguan dan tidak mau terlibat dalam tugas di kelas, yaitu :
   a).  Perubahan tingkah laku dengan mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis yang didahului dengan menganalisis tingkah laku siswa tersebut.
   b).  Pendekatan pemecahan masalah kelompok dengan cara :
  • Memperlancar tugas-tugas
  • Memelihara kegiatan kelompok.
  c).  Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.
                  Terampil dalam mengelola kelas dapat pula diterapkan guru dengan menggunakan prinsip :
  • Kehangatan dan keantusiasan guru
  • Tantangan pada penggunaan kata-kata, tindakan, atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar
  • Bervariasi dalam penggunaan alat atau media, gaya, dan interaksi
  • Keluesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya
  • Penekanan pada hal-hal yang positif
  • Penanaman disiplin diri.
 F. Beberapa Masalah Pengelolaan Kelas
Gagalnya seorang guru mencapai tujuan pengajaran sejalan dengan ketidakmampuan guru mengelola kelas. Indikator kegagalan itu adalah prestasi belajar siswa rendah, tidak sesuia dengan standar atau batas ukuran yang ditentukan. Karena itu pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting dikuasai oleh guru dalam kerangka keberhasilan proses belajar-mengajar.
     Keanekaragaman masalah perilaku siswa yang menimbulkan beberapa masalah pengelolaan kelas menurut Made Pidarta adalah :
      1). Kurang kesatuan dengan adanya kelompok-kelompok dan pertentangan jenis kelamin.
      2). Tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok.
      3). Reaksi negative terhadap anggota kelompok.
      4). Reaksi mentoleransi kekeliruan-kekeliruan.
      5). Mudah mereaksi perilaku negative / terganggu.
      6). Moral rendah, permusuhan, dan agresif.
      7). Tidak mampu menyesuaikan dengan lingkungan yang berubah.
                  Kategori masalah pengelolaan kelas menurut Doyle ( 1986 ) terungkap dalam lima bentuk :
A.       Berdimensi banyak ( Multidimensionality ), guru dituntut melaksanakan tugas edukatif ( menyusun persiapan mengajar lengkap dengan alat serta sumber, menyampaikan pelajaran dan mengevaluasi ) dan tugas administrative ( mengabsen, mencatat data siswa, menyusun jadwal, mencatat hasil-hasil pengajaran, dan sebagainya ).
B.     Serentak ( Simultaneity ), berbagai hal dapat terjadi pada waktu yang sama di kelas.
C.     Segera ( Immediacy ), interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa terjadi timbale-balik begitu cepat, sehingga menuntut guru agar dapat segera bertindak melalui proses berpikir, menerima rangsangan dari luar, berpikir, memutuskan dan melaksanakan tindakan.
D.      Iklim kelas yang tidak dapat diramalkan terlebih dahulu.
E.       Sejarah ( History ), peristiwa yang terjadi di kelas akan memiliki dampak yang akan dirasakan dalam waktu yang jauh sesudahnya.
                  Masalah pengelolaan kelas dapay dikelompokkan menjadi dua :
1).  Masalah individu
      a).  Pola perilaku mencari perhatian baik aktif ( melucu ) maupun pasif ( berbuat serba lambat ).
      b).  Pola perilaku menunjukkan kekuatan baik aktif ( mendebat, marah-marah, menangis ) maupun pasif ( lupa peraturan-peraturan kelas yang sudah sepakati sebelumnya ).
      c).  Pola perilaku untuk membalas dendam.
      d).  Pola perilaku dengan menampilkan peragaan ketidakmampuan ( bersikap masa bodoh terhadap pekerjaan apapun ).
2).  Masalah kelompok :
      a).  Kelas kurang kohesif ( akrab ), karena alasan jenis kelamin, suku, tingkat sosial ekonomi, dan sebagainya.
      b).  Penyimpangan dari norma-norma perilaku yang telah disepakati sebelumnya.
      c).  Kelas mereaksi secara negative terhadap salah leorang anggotanya.
      d).  Menyokong anggota kelas yang melanggar norma kelompok.
      e).  Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah digarap.
      f).  Semangat kerja rendah atau semacam aksi protes kepada guru.
      g).  Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan situasi yanmg baru.
                  Beberapa faktor yang mempengaruhi perwujudan pengelolaan kel;as adalah :
      a).  Kurikulum
      b).  Bangunan dan sarana, seperti penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan kebersihan kelas serta pengaturan ventilasi dan tata cahaya.
      c).  Guru, mencakup bagaimana kepemimpinan guru, sikap guru, suara guru, pembinaan raport, dan mendisiplinkan siswa.
      d).  siswa, meliputi pembentukan organisasi dan pengelompokkan siswa. Pengelompokkan siswa dapat dilaksanakan berdasarkan berkawan, kemampuan, dan minat. Pengelompokkan siswa yang dibagi menjadi kelompok-kelompok kecilmenurut Udin Sarifuddin Winataputra dan Rustana Ardiwinata ( 1991 ), meliputi pola bekerja palalel ( kelompok belajar dengan tugas yang sama ), pola bekerja komplementer ( kelompok belajar dengan tugas yang berbeda-beda ), serta  pola kerja paralel dan komplementer ( dua kelompok belajar atau lebih mendapat tugas yang sama, sedangkan dua atau lebih lainnya mendapat tugas yang sama ). Cara lain untuk pengelompokan siswa adalah dengan pembentukan kelompok diserahkan kepada siswa, pembentukan kelompok diatur guru sendiri, dan pembentukan kelompok diatur guru atas usul siswa.
      e).  Dinamika kelas, cara guru menerapkan administrasi pendidikan dan kepemimpinan pendidikan serta dalam mempergunakan pendekatan pengelolaan kelas.
      f).  Lingkungan sekitar.
G.    Penataan Ruang Kelas
Penataan ruang kelas yaitu penentuan mengenai kebutuhan ruang dan tentang penggunaan secara terperinci dari ruang tersebut untuk menyiapkan suatu susunan yang praktis dari faktor –faktor fisik yang di anggap perlu bagi pelaksanaan belajar yang efektif. Meneciptakan suasana belajar yang menggairahkan  perlu memeperhatikan peraturan/penataan ruang kelas/belajar. Penyusunan dan pengaturan  belajar hendaknya memungkinkan  anak didik duduk berkelompok  dan memudahkan anak didik bergerak secara leluasa. Dalam pengaturan ruang belajar, hal-hal yang diperhatikan adalah:
       a.      Ukuran dan bentuk kelas
       b.      Bentuk serta ukuran bangku dan meja anak didik
       c.       Jumlah anak didik dalam kelas
       d.      Jumlah anak didik dalam setiap kelompok
       e.       Jumlah kelompok dalam kelas
Komposisi anak didik dalam kelompok (seperti anak didik pandai dengan anak didik kurang pandai, pria dengan wanita).
H.    Pengaturan siswa
pengaturan siswa adalah bagaimana mengatur dan menempatkan siswa dalam kelas sesuai dengan potensi intelektual dan perkembangan emosionalnya.
Dalam pola susunan berkelompok siswa dapat berkomunikasi dengan mudah satu sama lain dan bisa pindah dari kelompok yang satu dengan kelompok lainnya. Secara lebih terperinci maka kegiatan pembelajaran dapat di dentifikasi sebagai berikut :
1.      Pengaturan ruangan kelas
2.      Pengorganisasian anak didik
-kegiatan klasikal            
-kegiatan kelompok
-kegiatan induvidual
3.      .Pengaturan media atau sumber belajar
Pengelolaan kelas yang baik dapat di lakukan dengan enam cara yaitu :
-Penciptaan lingkungan fisik kelas yang kondusif
-Penataan ruang belajar sebagai sentra belajar
-Penciftaan atmosfir belajar yang kondusif
-Penetapan strategi pembelajaran
-Pemanfaatan media dan sumber belajar
- Penilaian hasil belajar
       
I.       Pengelolaan Kelas yang Efektif[6]
Menurut Made Pidarta, untuk mengelola kelas secara efektif perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut
1.Kelas adalah kelompok kerja yang diorganisasikan untuk tujuan tertentu yang dilengkapi oleh tugas-tugas dan diarahkan oleh guru.
2.Guru adalah tutor ( pembimbing ) bagi semua siswa bukan individu.
3.Kelompok memiliki perilaku sendiri yang berbeda dengan perilaku masing-masing individu dalam kelompok.
4.Kelompok menyisipkan pengaruhnya kepada anggota-anggotanya.
5.Praktik guru cenderung terpusat pada hubungan guru dan siswa.
6.Adanya srtuktur kelompok, pola komunikasi, dan kesatuan kelompok.
















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

Apa itu Pengertian Pengelolaan kelas?
            Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara bila terjadi gangguan dalam proses belajar-mengajar
Apa Tujuan Pengelolaan Kelas?
Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual di dalam kelas
Apa saja pendekatan dalam pengelolaan kelas?
            Pengelolaan kelas berdasarkan pendekatannya diklasifikasikan menjadi :
     1). Pendekatan Otoriter ( Autority Approach ), 2). Pendekatan Permisif ( Permisive Approach ), 3). Pendekatan Resep,4). Pendekatan Pengajaran,. 5). Pendekatan Perubahan Perubahan Tingkah Laku ( Behavior Modifikation Approach ),6). Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial ( Sosio Emosional  Climate Approach ),7). Pendekatan Proses Kelompok ( Group Proses Approach ), 8), Pendekatan Pluralistik ( Electis Approach ) Apa Saja Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas ?
Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam kelas, prinsip-prinsip pengelolaan kelas dapat dipergunakan. Maka adalah penting bagi guru untuk mengetahui dan menguasai prinsi-prinsip pengelolaan kelas, yang di uraikan berikut ini :
       1.      Hangat dan antusias
       2.      Tantangan
       3.      Bervariasi
       4.      Keluesan
       5.      Penekanan pada hal-hal yang positif
6.      Penanaman disiplin diri
Apa Saja  komponen-komponen dalam pengelolaan kelas ?
1)      modifikasi tingkah laku
2)      pendekatan pemecahan masalah kelompok
3)      menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah
Apa Yang Menjadi Masalah dalam pengelolaan kelas ?
a. preventif adalah upaya yang di lakukan guru untuk mencegah terjadinya gangguan dalam pembelajaran.
b. kuratif adalah keterampilan pengelolaan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.
Apa itu penataan ruang kelas ?
yaitu penentuan mengenai kebutuhan ruang dan tentang penggunaan secara terperinci dari ruang tersebut untuk menyiapkan suatu susunan yang praktis dari faktor –faktor fisik yang di anggap perlu bagi pelaksanaan belajar yang efektif.
Apa saja pengaturan siswa ?
pengaturan siswa adalah bagaimana mengatur dan menempatkan siswa dalam kelas sesuai dengan potensi intelektual dan perkembangan emosionalnya.
Dalam pola susunan berkelompok siswa dapat berkomunikasi dengan mudah satu sama lain dan bisa pindah dari kelompok yang satu dengan kelompok lainnya. Secara lebih terperinci maka kegiatan pembelajaran dapat di dentifikasi sebagai berikut :
1.Pengaturan ruangan kelas
2.Pengorganisasian anak didik
-kegiatan klasikal            
-kegiatan kelompok
-kegiatan induvidual
3.Pengaturan media atau sumber belajar
Apa itu pengelolaan kelas yang aktif ?
Menurut Made Pidarta, untuk mengelola kelas secara efektif perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut
1.      Kelas adalah kelompok kerja yang diorganisasikan untuk tujuan tertentu yang dilengkapi oleh tugas-tugas dan diarahkan oleh guru.
2.      Guru adalah tutor ( pembimbing ) bagi semua siswa bukan individu.
3.      Kelompok memiliki perilaku sendiri yang berbeda dengan perilaku masing-masing individu dalam kelompok.
4.      Kelompok menyisipkan pengaruhnya kepada anggota-anggotanya.
5.      Praktik guru cenderung terpusat pada hubungan guru dan siswa.
6.      Adanya srtuktur kelompok, pola komunikasi, dan kesatuan kelompok.






























DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Saiful Bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar Cetakan III, ( Jakarta : Rineka Cipta, 2006 ).
Rohani, Ahmad dan Abu Ahmadi, Pengelolaan Pengajaran, ( Jakarta : Rineka Cipta, 1991).
Usman, Uzer, Menjadi Guru Profesional Cetakan XIII, ( Bandung : Remaja Rosdakaarya, 2001 ).
 Rachman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

 Majid, Abdul. 2005. Perencanaan pembelajaran. Bandung: Rosda Karya.

Popi, Sopiatin. 2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Cilegon: Ghalia Indonesia.

Depdikbud Dikdasmen, 1997. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. 1998. Jakarta: Depdikbud.
                                        
Bottom of Form



[1] Djamarah, Saiful Bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar Cetakan III, ( Jakarta : Rineka Cipta, 2006 ). Halm 25
[2] Rohani, Ahmad dan Abu Ahmadi, Pengelolaan Pengajaran, ( Jakarta : Rineka Cipta, 1991). Halm 31-37
[3] Usman, Uzer, Menjadi Guru Profesional Cetakan XIII, ( Bandung : Remaja Rosdakaarya, 2001 ).

[4] Majid, Abdul. 2005. Perencanaan pembelajaran. Bandung: Rosda Karya. Halm 4
[5] Popi, Sopiatin. 2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Cilegon: Ghalia Indonesia halm 17
[6] Depdikbud Dikdasmen, 1997. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. 1998. Jakarta: Depdikbud. Halm 3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalam Al-Qura'an pecahkan misteri laut

Sejarah terbentuknya laut    Bumi dilahirkan 4,5 milyar tahun yang lalu. Menurut ceritanya, tata surya kita yang bernama Bima Sakti, terbentuk dari kumpulan debu di angkasa raya yang dalam proses selanjutnya tumbuh menjadi gumpalan bebatuan dari mulai yang berukuran kecil hingga ke ukuran asteroid sebesar ratusan kilometer. Bebatuan angkasa tersebut selanjutnya saling bertabrakan, dimana awalnya tabrakan yang terjadi masih lambat. Akibat adanya gaya gravitasi, bebatuan angkasa yang saling bertabrakan itu saling menyatu dan membentuk suatu massa batuan yang kemudian menjadi cikal bakal (embrio) bumi. Lama kelamaan dengan semakin banyaknya bebatuan yang menjadi satu tersebut, embrio bumi tumbuh semakin besar. Sejalan dengan semakin berkembangnya embrio bumi tersebut, semakin besar pula gaya tarik gravitasinya sehingga bebatuan angkasa yang ada mulai semakin cepat menabrak permukaan embrio bumi yang sudah tumbuh semakin besar itu. Akibat tumbukan2 yang sangat dahsyat tersebu...