MAKALAH MEDIA PENGAJARAN PAI
Pembagian & Macam – macam media pendidikan
Disusun
Oleh :
Kelompok 6
NAMA :
1. LIYANA HARYANI
(2017.01.096)
2.
M. RUDI TRI PRASTIYO (2017.01.099)
3.KIKI JULINDA (2017.01.228)
DOSEN
PENGAMPUH : AWALUDIN, M.Pd.
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Qur’an Al-Ittifaqiah
(STITQI) Indralaya
Tahun Ajaran
2017-2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah
metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan.
Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media
pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus
diperhatikan dalam memilih media pembelajaran, antara lain tujuan pembelajaran,
jenis tugas dan respons yang diharapkan, ternasuk karakteristik siswa. Meskipun
demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran
adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan
lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat
membangkitkan minat dan keinginan yang baru, motivasi dan rangsangan kegiatan
belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat
membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi
pelajaran pada saat itu, sehingga yang menjadi tujuan dari pembelajaran bisa
tercapai secara maksimal.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian media pembelajaran?
2. Apa saja jenis media pembelajaran?
3. Apa Prinsip
– prinsip Pemilihan Media?
C. Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengertian media pembelajaran
2.
Untuk mengetahui jenis-jenis media pembelajaran
3.
Untuk prinsip-prinsip pemilihan dan penggunaan media
BAB II
Pembagian dan macam macam media pembelajaran
A. Pembagian
Media Pembelajaran
[1]Posisi Guru
sebagai Pendidik dituntut untuk selalu inovatif dan kreatif dalam berbagai hal,
termasuk dalam menyampaikan mata pelajaran agar mudah dicerna para peserta
didik. Salah satunya adalah menggunakan media pembelajaran yang sesuai dan
diminati oleh banyak siswa.
Media Pembelajaran adalah Alat atau
perangkat yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran, yang lebih
populer disebut sebagai RPP (Rencana Pelaksannan Pembelajaran).
Media pembelajaran banyak jenis dan
macamnya. Dari yang paling sederhana dan murah hingga yang canggih dan mahal.
Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada yang diproduksi pabrik. Ada
yang sudah tersedia di lingkungan untuk langsung dimanfaatkan dan ada yang
sengaja diranca ng secara khusus untuk mata pelajaran tertentu.
B. Pengertian Media Pembelajaran
Secara
etimologi, kata “media” merupakan bentuk jamak dari “medium”, yang berasal dan
Bahasa Latin “medius” yang berarti tengah. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia,
kata “medium” dapat diartikan sebagai “antara” atau “sedang” sehingga
pengertian media dapat mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan
informasi (pesan) antara sumber (pembe ri pesan) dan penerima pesan. Media
dapat diartikan sebagai suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam
suatu proses penyajian informasi (AECT, 1977:162).
Istilah
media mula-mula dikenal dengan alat peraga, kemudian dikenal dengan istilah audio
visual aids (alat bantu pandang/dengar). Selanjutnya disebut instructional
materials (materi pembelajaran), dan kini istilah yang lazim digunakan
dalam dunia pendidikan nasional adalah instructional media (media
pendidikan atau media pembelajaran). Dalam perkembangannya, sekarang
muncul istilah e-Learning. Huruf “e” merupakan singkatan dari “elektronik”.
Artinya media pembelajaran berupa alat elektronik, meliputi CD Multimedia
Interaktif sebagai bahan ajar offline dan Web sebagai bahan ajar online.
Berikut ini
beberapa pendapat para ahli komunikasi atau ahli bahasa tentang pengertian
media yaitu:
1. orang,
material, atau kejadian yang dapat menciptakan kondisi sehingga memungkinkan
siswa dapat memperoleh pengetahuan, keterapilan, dan sikap yang baru, dalam
pengertian meliputi buku, guru, dan lingkungan sekolah (Gerlach dan Ely dalam
Ibrahim, 1982:3)
2. saluran
komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan antara sumber (pemberi
pesan) dengan penerima pesan (Blake dan Horalsen dalam Latuheru, 1988:11)
3. komponen
strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada
pembelajar bisa berupa alat, bahan, dan orang (Degeng, 1989:142)
4. media
sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan
pengirim pesan kepada penerima pesan, sehingga dapat merangsang pildran,
perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa, sehingga
proses belajar mengajar berlangsung dengan efektif dan efesien sesuai dengan
yang diharapkan (Sadiman, dkk., 2002:6)
5. alat yang
secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi, yang terdiri antara lain
buku, tape-recorder, kaset, video kamera, video recorder, film, slide,
foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer (Gagne dan Briggs dalam Arsyad,
2002:4)
Berdasarkan beberapa pendapat di
atas, dapat disimpulkan bahwa media pengajaran adalah bahan, alat, maupun
metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar
proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan anak didik dapat
berlangsung secara efektif dan efesien sesuai dengan tujuan pengajaran yang
telah dicita-citakan.[2]
C. Macam-macam Media Pembelajaran
Media yang
telah dikenal dewasa ini tidak hanya terdiri dari dua jenis, tetapi lebih dari
itu. Klasifikasinya bisa dilihat dari jenisnya, daya liputnya, dan dari bahan
serta cara pembuatannya. Semua ini akan dijelaskan pada pembahasan berikut.
1.
Dilihat dari Jenisnya, Media Dibagi Dalam:
a)
Media
Auditif
Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan
kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder. Media ini tidak cocok
untuk orang tuli atau mempunyai kelainan dalam pendengaran.
b)
Media Visual
Media visual adalah media yang hanya mengandalkan
indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti
foto, gambar atau lukisan, dan cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan
gambar atau simbol yang bergerak seperti film kartun.
c)
Media
Audiovisual
Media audiovisual adalah media yang
mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan
yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.
2. Dilihat Dari
Daya Liputnya, Media Dibagi Dalam:
a) Media dengan Daya Liput Luas dan Serentak
Pengguanaan
media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah
anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contoh: radio, televisi.
b) Media dengan daya Liput yang Terbatas oleh Ruang dan
Tempat
Mediaini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan
tempat yang khusus seperti sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan
tempat yang tertutup dan gelap.
c) Media untuk Pengajaran Individual
Media ini
penggunaannya hanya untuk seorang diri. Termasuk media ini adalah modul
berprogram dan pengajaran melalui computer.[3]
3.
Dilihat dari Bahan Pembuatannya, Media Dibagi Dalam:
a) Media Sederhana
Media bahan
dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya
tidak sulit.
b) Media
Kompleks
Media ini
adalah media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal
harganya, sulit membuatnya, dan penggunaannya memerlukan ketrampilan yang
memadai.[4]
D. Prinsip – prinsip Pemilihan dan Penggunaan Media
Sebagaimana
dijelaskan didepan bahwa media mempunyai kelebihan dan kekurangan
masing-masing, maka diharapkan kepada guru agar menentukan pilihannya sesuai
dengan kebutuhan. Hal ini dimaksudkan jangan sampai penggunaan media menjadi
penghalang proses belajar mengajar yang akan guru lakukan dikelas. Harapan yang
besar tentu saja agar media menjadi alat bantu yang dapat
mempercepat/mempermudah pencapaian tujuan pengajaran.
Ketika suatu
media akan dipilih, ketika suatu media akan dipergunakan, ketika itulah
beberapa prinsip perlu guru perhatikan dan dipertimbangkan.
Drs.
Sudirman N. (1991) mengemukakan beberapa prinsip pemilihan media yang dibaginya
kedalam tiga kategori, sebagai
berikut:
1.
Tujuan
Pemilihan
Memilih
media yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang
jelas. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran (siswa belajar ), untuk informasi
yang bersifat umum, ataukah hanya sekedar hiburan saja mengisi waktu kosong?
Lebih spesifik lagi, apakah untuk pengajaran kelompok atau pengajaran
individual, apakah untuk sasaran tertentu seperti anak TK, SD, SMP, SMA, tuna
rungu, tuna netra, masyarakat pedesaan, ataukah masyarakat perkotaan. Tujuan
pemilihan ini berkaitan dengan kemampuan berbagai media.
2.
Karakteristik
Media Pembelajaran
Setiap media
mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi keampuhannya, cara
pembuatannya, maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik berbagai media
pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya
dengan keterampilan pemilihan media pembelajaran. Di samping itu, memberikan
kemungkinan pada guru untuk menggunakan berbagai jenis media pembelajaran
secara bervariasi. Sedankan apabila kurang memahami karakteristik media
tersebut, guru akan dihadapkan kepada kesulitan dan cenderung bersikap
spekulatif.
3.
Alternative
Pilihan
Memilih pada
hakekatnya adalah proses membuat keputusan dari berbagai alternative pilihan.
Guru bisa menentukan pilihan media mana yang akan digunakan apabila terdapat
beberapa media yang dapat diperbandingkan. Sedangkan apabila media pembelajaran
itu hanya ada satu, maka guru tidak bisa memilih, tetapi menggunakan apa
adanya.
Dalam
menggunakan media hendaknya guru memperhatikan sejumlah prinsip tertentu agar
penggunaan media tersebut dapat mencapai hasil yang baik.
Prinsip-prinsip itu menurut Dr. Nana
Sudjana (1991:104) adalah:
a. Menentukan
jenis media dengan dengan tepat; artinya, sebaiknya guru memilih terlebih
dahulu media manakah yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang akan diajarkan.
b. Menetapkan
atau memperhitungkan subjek dengan tepat; artinya, perlu diperhitungkan apakah
penggunaan media itu sesuai dengan tingkat kematangan/kemampuan anak didik.
c. Menyajikan
media dengan tepat; artinya, teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran
haruslah disesuaikan dengan tujuan, bahan metode, waktu, dan sarana yang ada.
d. Menempatkan
atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat. Artinya,
kapan dan dalam situasi mana pada waktu mengajar media digunakan. Tentu tidak
setiap saat atau selama proses belajar mengajar terus menerus memperlihatkan
atau menjelaskan sesuatu dengan media pengajaran.[5]
E. Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih
Media Pembelajaran
1. Objektivitas
Unsur subjektivitas guru dalam
memilih media pembelajaran harus dihindarkan. Artinya, guru tidak boleh mimilih
suatu media pembelajaran atas kesenangan pribadi. Apabila secara objektif,
berdasarkan hasil penelitian dan percobaan, suatu media pembelajaran
menunjukkan keefektifan dan keefesiansi yang tinggi, maka guru jangan merasa
bosan menggunakannya. Untuk menghindari pengaruh unsur subjektivitas guru,
alangkah baiknya apabila dalam memilih media pembelajaran itu guru meminta
pandangan atau saran dari sesama guru, dan/atau melibatkan siswa.
2. Program pengajaran
Program pengajaran yang akan
disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik
isinya, strukturnya, maupun kedalamannya. Meskipiun secara teknis program itu
sangat sangat baik, jika tidak sesuai dengan kurikulum ia tidak akan banyak
membawa manfaat; bahkan mungkin hanya menambah beban, baik bagi anak didik
maupun bagi guru disamping akan membuang-buang waktu, tenaga dan biaya.
Terkecuali jika program itu hanya dimaksudkan untuk mengisi waktu senggang
saja, dari pada anak didik bemain-main tidak karuan.
3. Sasara Program
Sasaran program yang dimaksud adalah
anak didik yang akan menerima informasi pengajaran melalui media pengajaran.
Pada tingkat usia tertentu dan dalam kondisi tertentu anak didik mempunyai kemampuan
tertentu pula, baik cara berfikirnya, daya imajinasinya, kebutuhannya, maupun
daya tahan dalam belajarnya. Untuk itu maka media yang akan digunakan harus
dilihat kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan anak didik, baik dari segi
bahasa, symbol-simbol yang digunakan, cara dan kecepatan penyajiannnya, ataupun
waktu penggunaannya.
4. Situasi dan Kondisi
Situasi dan kondisi yang ada juga
perlu mendapat perhatian dalam menentukan pilihan media pembelajaran yang akan
digunakan. Situasi dan kondisi yang dimaksud meliputi:
a)
Situasi dan kondisi sekolah atau tempat dan ruangan
yang akan dipergunakan, seperti ukurannya, perlengkapannya, ventilasinya.
b)
Situasi dan kondisi anak didik yang akan mengikuti
pelajaran mengenai jumlahnya, motivasi, dan kegairahannya. Anak didik yang
sudah melakukan praktik yang berat, seperti praktik olahraga, biasanya
kegairahan belajarnya sangat menurun.
5. Kualits Teknik
Dari segi teknik, media pembelajaran
yang akan digunakan perlu diperhatikan, apakah sudah memenuhi syarat.
Barangkali ada rekaman audionya atau gambar-gambar atau alat-alat bantunya yang
kurang jelas atau kurang lengkap, sehingga perlu penyempurnaan sebelum
digunakan. Suara atau gambar yang kurang jelas bukan saja tidak menarik, tetapi
juga dapat menggangu jalannya proses belajar mengajar.
6. Keefektifan dan
Efisiensi Penggunaan
Keefektifan berkenaan dengan hasil
yang dicapai, sedangkan efisiensi berkenaan dengan proses pencapaian hasil
tersebut. Keefektifan dalam penggunaan media meliputi apakah dengan menggunakan
media tersebut informasi pengajaran dapat diserap oleh anak didik dengan
optimal, sehingga menimbulkan perubahan tingkah lakunya. Sedangkan efesiensi
meliputi apakah dengan menggunakan media tersebut waktu, tenaga, dan biaya yang
dikeluarkan unuk mencapai tujuan tersebut sedikit mungkin. Ada media yang
dipandang sangat efektif untuk mencapai suatu tujuan, namun proses
pencapaiannya tidak efisien,baik dalam pengadaannya maupun di penggunaannya.
Demikian pula sebaliknya, ada media yang efisien dalam pengadaannya atau
penggunaanya, namun tidak efektif dalam
pencapaian hasilnya. Memang sangat sulit untuk mempertahankan keduanya (efektif
dan efisien) secara bersamaan, tetapi didalam memilih media pengajaran guru
sedapat mungkin menekan jarak diantara keduanya.[6]
F. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
Apabila akan menggunakan media
pengajaran dengan cara memanfaatkan media yang telah ada, guru dapat menjadikan
kriteria berikut sebagai bahan acuan:
1. Apakah topik
yang akan dibahas dalam media tersebut dapat menarik minak anak didik untuk
belajar?
2. Apakah
materi yang yang terkandung dalam materi tersebut penting dan berguna bagi anak
didik?
3. Apa bila
media itu sebagai sumber penbelajaran yang pokok , apakah isinya relevan dengan
kurikulum yang berlaku?
4. Apakah
materi yang disajikan otentik dan aktual, ataukah informas yang sudah lama
diketahui massa dan ataupun peristiwa yang telah lama terjadi?
5. Apakah fakta
dan konsepnya terjamin kecermatnnya atau ada suatu hal yang masih diragukan?
6. Apakah
format penyajiannya berdasarkan tata urutan belajar yang logis?
7. Apakah
pandangannya objektif dan tidak mengandung unsur propa ganda atau hasutan
terhadap anak didik?
8. Apakah
narasi, gambar, efek, warna dan sebainya, memenuhi syarat kualitas teknis?
9. Apakah bobot
penggunaan bahasa, symbol-simbol dan ilustrasinya, sesuai dengan tingkat
kematangan berfikir anak didik?
10. Apakah sdah
diuji kesahihannya (validtas) ?
Untuk jenis media rancangan ( yang
dibuat sendiri), pertanyaan yang dijadikan acuan di antaranya sebagai berikut:
1.
Apakah materi yang akan di sampaikan itu untuk tujuan
pembelajaran atau alat bantu pengajaran
atau hanya informasi tambahan atau
hiburan?
2.
Apakah media yang dirancang itu untuk keperluan
pembelajaran atau alat bantu pembelajaran (peraga)?
3.
Apakah dalam pengajarannya akan menggunakan setrategi
kognitif, afektif., atau psikomotorik?
4.
Apakah materi dalam pembelajaran yang akan disampaikan
itu masih asing bagi anak didik?
5.
Apakah perlu rangsangan gerak seperti untuk
pembelajaran bahasa?
6.
Apakah perlu rangsangan seperti pembelajaran seni atau
olahraga?
Setelah tujuh pertanyaan tersebut di
jawab, maka guru dapat mengajukan alternative media yang akan dirancang. Alternative
tersebut mungkin jenis media audio, media visual, atau media audiovisual.
Selanjutnya ajukan lagi pertanyaan sebagai acuanberikutnya.
1.
Apakah bahan dasarnya tersedia atau mudah diperoleh?
2.
Apakah alat pembuatannya tersedia?
3.
Apakah
pembuatannya tidak terlalu rumit?
4.
Apakah menghadapi kesulitan, apakah orang-orang dapat
di mintai bantuannya?
5.
Apakah mudah dalam penggunaannya dan apakah tidak
membahayakan seperti meledak, menimbulkan kebaaran dan sebagainya?
6.
Apakah tersedia dana untuk pembuatannya?
Setelah pertanyaan pertanyaan itu
terjawab , akhirnya guru dapat menentkan media mana yang dianggap cocok untuk
diproduksi. Apabila ternyata tidak ada satu mediapun yang dapat diproduksi
(dirancang), maka guru harus mencari guru pengajar lainnya, misalnya menggunakan
narasumber (resource person).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Media
pembelajaran adalah bahan, alat, maupun metode/teknik yang digunakan dalam
kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi
edukatif antara guru dan anak didik dapat berlangsung secara efektif dan
efesien sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah dicita-citakan. Dalam Suatu
proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan
media pembelajaran.
Jenis-jenis
media pembelajaran yaitu :
1. Dilihat dari
Jenisnya, Media Dibagi Dalam:
a.
Media
Auditif
Media
auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti
radio, cassette recorder. Media ini tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai
kelainan dalam pendengaran.
b.
Media Visual
Media visual
adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada
yang menampilkan gambar diam seperti foto, gambar atau lukisan, dan cetakan.
Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti
film kartun.
c. Media
Audiovisual
Media
audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis
media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis
media yang pertama dan kedua.
2. Dilihat Dari
Daya Liputnya, Media Dibagi Dalam:
a.
Media dengan
Daya Liput Luas dan Serentak
Pengguanaan
media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah
anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contoh: radio, televisi.
b.
Media dengan daya Liput yang Terbatas oleh
Ruang dan Tempat
Mediaini
dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti sound
slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat yang tertutup dan gelap.
c.
Media untuk Pengajaran Individual
Media ini
penggunaannya hanya untuk seorang diri. Termasuk media ini adalah modul
berprogram dan pengajaran melalui computer.
3. Dilihat dari
Bahan Pembuatannya, Media Dibagi Dalam:
a. Media Sederhana
Media bahan
dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan
penggunaannya tidak sulit.
b. Media Kompleks
Media ini
adalah media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal
harganya, sulit membuatnya, dan penggunaannya memerlukan ketrampilan yang
memadai.
Prinsip
pemilihan media yang dibaginya kedalam tiga
kategori, sebagai berikut:
1. Tujuan Pemilihan
Memilih
media yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang
jelas. Apakah pemilihan media itu untuk pembelajaran (siswa belajar ), untuk
informasi yang bersifat umum, ataukah hanya sekedar hiburan saja mengisi waktu
kosong? Lebih spesifik lagi, apakah untuk pengajaran kelompok atau pengajaran
individual, apakah untuk sasaran tertentu seperti anak TK, SD, SMP, SMA, tuna
rungu, tuna netra, masyarakat pedesaan, ataukah masyarakat perkotaan. Tujuan
pemilihan ini berkaitan dengan kemampuan berbagai media.
2. Karakteristik Media Pembelajaran
Setiap media
mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi keampuhannya, cara
pembuatannya, maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik berbagai media
pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya
dengan keterampilan pemilihan media pembelajaran. Di samping itu, memberikan
kemungkinan pada guru untuk menggunakan berbagai jenis media pembelajaran
secara bervariasi. Sedankan apabila kurang memahami karakteristik media
tersebut, guru akan dihadapkan kepada kesulitan dan cenderung bersikap
spekulatif.
3. Alternative
Pilihan
Memilih pada
hakekatnya adalah proses membuat keputusan dari berbagai alternative pilihan.
Guru bisa menentukan pilihan media mana yang akan digunakan apabila terdapat
beberapa media yang dapat diperbandingkan. Sedangkan apabila media pembelajaran
itu hanya ada satu, maka guru tidak bisa memilih, tetapi menggunakan apa
adanya.
Dalam
menggunakan media hendaknya guru memperhatikan sejumlah prinsip tertentu agar
penggunaan media tersebut dapat mencapai hasil yang baik.
Prinsip-prinsip itu menurut Dr. Nana
Sudjana (1991:104) adalah:
a. Menentukan
jenis media dengan dengan tepat; artinya, sebaiknya guru memilih terlebih
dahulu media manakah yang sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran yang akan
diajarkan.
b. Menetapkan
atau memperhitungkan subjek dengan tepat; artinya, perlu diperhitungkan apakah
penggunaan media itu sesuai dengan tingkat kematangan/kemampuan anak didik.
c. Menyajikan
media dengan tepat; artinya, teknik dan metode penggunaan media dalam
pengajaran haruslah disesuaikan dengan tujuan, bahan metode, waktu, dan sarana
yang ada.
d. Menempatkan
atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat. Artinya,
kapan dan dalam situasi mana pada waktu mengajar media digunakan. Tentu tidak
setiap saat atau selama proses belajar mengajar terus menerus memperlihatkan
atau menjelaskan sesuatu dengan media pengajaran.
B. Kritik
Banyak para pendidik
menyampaikan materi secara menoton tanpa adanya peubahan atau cara menyampaikan
materi dengan menggunakan media yang menarik dan dapat dimengerti sehingga
siswa cepat menerima materi.
C. Saran
Pengertian, tujuan, manfaat, macam-macam media, Prinsip – prinsip
Pemilihan dan Penggunaan Media, dan Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Media
pembelajaran hendaknya dipahami oleh para pendidik dan diterapkan dalam dunia
pendidikan dengan benar, sehingga tujuan pendidikan akan benar-benar dapat
dicapai.
DAFTAR PUSTAKA
Bahri, Syaiful Djamarah dan Zain,
Azwan. 2010. Strategi Belajar Mengajar,
Jakarta;Rineka Cipta.
Heinich, R.,
et. al. 1996. Instructional Media and Technologies for Learning. New Jersey:
Prentice Hall, 2003 Englewood Cliffs.
Iyor, Davies. 1987. Pengelolaan Belajar. Jakarta; Rajawali
Pers.
Kustandi, Cecep dan Sutjipto,
Bambang. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta;
Ghalia Indonesia.
Sanjaya,
Wina. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad .
1991. Media Pengajaran. Bandung;
Sinar Baru.
Susilana, Rudi dan Riyana , Cepi.
2007. Media Pembelajaran. Bandung;
Wacana Prima.
Yamin, Martinis. 2008. Desain Pembelajaran
Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : CP Press.
[1]
Iyor,Davies.Pengelolaan Belajar. Jakarta; Rajawali
Pers. 1987 hal:7
[2]
Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad .. Media Pengajaran. Bandung; Sinar 1991
hal: 30-33
[3]
Susilana, Rudi dan Riyana , Cepi. . Media Pembelajaran. Bandung; Wacana
Prima 2007 hal : 8
[5]
Bahri,
Syaiful Djamarah dan Zain, Azwan. Strategi
Belajar Mengajar,Jakarta;Rineka Cipta.2010 hal: 63
[6]
Heinich, R., et. al. Instructional
Media and Technologies for Learning. New 1996 hal: 17

Komentar
Posting Komentar