MAKALAH PENGEMBANGAN SISTEM EVALUASI PAI
Disusun
Oleh :
Kelompok
3
NAMA : 1. LIYANA HARYANI (2017.01.096)
2. MUHAMMAD
ALFIAN (2017.01.117)
3. NITA
SULISTIANA (2017.01.132)
4. NUR
AISYAH (2017.01.138)
DOSEN PENGAMPUH : Drs. Husnil puadi M.M
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Qur’an Al-Ittifaqiah
(STITQI) Indralaya
Tahun Ajaran
2017-2018
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillahi
Rabbil’alamin selalu kami panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberi
islam, iman dan ihsan. Sehingga pada akhirnya kami mampu menyelesaikan tugas
makalah “PENGEMBANGAN SISTEM EVALUASI PAI”.Shalawat
serta salam senantiasa kami haturkan kepada Nabi Muhammad Saw yang telah
menggulung tikar-tikar kekafiran dan untuk penggantinya beliau telah menebarkan
panji-panji islam di muka bumi ini.
Dengan
terselesaikannya makalah ini, maka perkenankan kami mengucapkan terima kasih
kepada dosen pembimbing. Serta semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu
persatu sehingga terwujudnya penulisan ini. Akhir kata kami mohon maaf yang
sebesar-besarnya atas segala kesalahan, kekurangan dan ketidaktepatan argumen.
Kami
menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami
mohon kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan penulisan di masa yang
akan datang. Semoga apa yang telah kami lakukan diridhoi Allah Swt, dan semoga
apa yang kami sumbangkan dapat bermanfaat bagi kami khususunya dan bagi pembaca
umumnya.
Indralaya, Februari 2019
( Penulis )
BAB
I
PENDAHULUAN
Seorang
calon guru nantinya akan benar-benar dituntut profesional dalam menjalankan
tugasnya sebagai seorang pendidik. Di dalam mengajar nantinya seorang guru
dituntut untuk bisa memberikan pendidikan yang terbaik sehingga dapat mencapai
tujuan pendidikan yang diinginkan.
Dalam
hal itu, evaluasi pendidikan merupakan salah satu bagian dari kegiatan yang
dilakukan oleh seorang guru untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan
tersebut, dan diantara evaluasi yang dilakukan oleh guru yaitu evaluasi hasil
belajar, dimana evaluasi ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana pengetahuan
dan keterampilan siswa setelah menerima materi dan arahan dari seorang guru.
Evaluasi
hasil belajar ini sangatlah penting dimana seorang guru harus benar-benar
obyektif dan profesional dalam melaksanakannya, karena disini seorang guru akan
memutuskan berhasil tidaknya seorang murid.
Oleh
karena itu, dalam makalah ini kami akan membahas tentang “Prinsip-prinsip,
evaluasi pembelajaran” .
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Prinsip-prinsip
Evaluasi
Evaluasi
adalah suatu proses, yakni proses menentukan sampai berapa jauh kemampuan yang
dapat dicapai oleh siswa dalam proses belajar mengajar. Kemampuan yang
diharapkan tersebut sebelumnya sudah ditetapkan secara operational. Selanjutnya
juga ditetapkan patokan pengukuran hingga dapat diperoleh penilaian (value
judgement), Karena itu dalam evaluasi diperlukan prinsip-prinsip sebagai
petunjuk agar dalam pelaksanaan evaluasi dapat lebih efektif. Prinsip-prinsip
itu antara lain:
1. Valid
Evaluasi
pembelajaran harus dapat memberikan informasi yang akurat tentang proses dan
hasil belajar peserta didik. Tepat tidaknya hasil evaluasi ini antara lain
dipengaruhi oleh penggunaan teknik dan instrument evaluasi. Maka seorang
evaluator perlu memperhatikan teknik dan instrument yang akan digunakan agar
sesuai dengan kemampuan atau jenis hasil belajar yang akan di evaluasi.
Misalnya, jika yang akan diukur adalah hasil belajar kognitif, maka teknik dan
instrument yang digunakan yang betul-betul cocok untuk mengukur hasil belajar
kognitif tersebut, bukan yang sebenarnya cocok untuk mengukur hasil belajar
psikomotor atau afektif.
2. Berorientasi
pada kompetensi
Penilaian
kelas perlu disusun dan dirancang untuk mengukur apakah siswa telah menguasai
kemampuan sesuai dengan target yang ditetapkan dalam kurikulum. Materi yang dicakup
dalam penilaian kelas harus terkait secara langsung dengan indikator pencapaian
kemampuan tersebut. Ruang lingkup materi penilaian disesuaikan dengan tahapan
materi yang telah diajarkan serta pengalaman belajar siswa yang diberikan.
Materi penugasan atau ulangan harus betul-betul merefleksikan setiap kemampuan
yang ditargetkan untuk dikuasai siswa. Materi yang tidak langsung terkait
dengan kemampuan tidak perlu dicakup dalam penilaian di kelas. Namun demikian,
guru tetap dapat mencatat hal-hal tersebut sebagai bahan dalam melakukan
analisis dan umpan balik hasil penilaian.
3. Mendidik
Di
samping sebagai alat penilai hasil belajar, evaluasi juga perlu diterapkan
sebagai upaya perbaikan sikap dan tingkah laku di tinjau dari segi pedagogis. Karena
evaluasi dan hasilnya diharapkan dapat dipakai sebagai alat motivasi untuk
siswa dalam kegiatan belajar.
4. Adil
dan objektif
Dalam
melaksanakan evaluasi guru harus berlaku adil dan tanpa pilih kasih kepada
semua peserta didik. Guru juga hendaknya bertindak secara obyektif, apa adanya
sesuai dengan kemampuan peserta didik.
5. Terbuka
Terbuka
prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat
diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
6. Berkesinambungan
Prinsip
kesenambungan juga dikenal dengan istilah prinsip kontinuitas. Dengan
prinsip kesenambungan dimaksudkan disini bahwa evaluasi hasil
belajar yang dilaksanakan secara teratur, dan sambung menyambung dari waktu ke
waktu. Dengan evaluasi hasil belajar yang di laksanakan secara teratur,
terencana, dan terjadwal itu maka dimungkinkan bagi evaluator untuk
memperoleh informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan atau
perkembangan peserta didik, sejak dari awal mulai mengikuti program pendidikan
sampai pada saat-saat mereka mengakhiri program pendidikan yang mereka tempuh
itu. Evaluasi hasil belajar yang di laksanakan secara berkesinambungan itu juga
di maksudkan agar pihak evaluator (guru, dosen dan lain-lain) dapat memperoleh kepastian
dan kemantapan dalam menentukan langkah-langkah atau kebijakan-kebijakan yang
akan di ambil untuk masa-masa selanjutnya agar tujuan pendidikan dapat tercapai
secara baik.
7. Keseluruhan
Prinsip
keseluruhan atau prinsip menyeluruh juga di kenal dengan istilah prinsip Komprehensif. Dengan
prinsip komprehensif disebut disini bahwa evaluasi hasil belajar dapat
dikatakan terlaksana dengan baik, apabil aevaluasi tersebut
dilaksanakan secara bulat utuh dan menyeluruh. Dengan kata lain evaluasi hasil
belajar harus dapat mencangkup berbagai aspek yang dapat mengambarkan
perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terdiri pada diri peserta didik.
Dalam hubungan ini evaluasi hasil belajar disamping dapat mengungkap aspek
proses berpikir, (Kognitif Domain) juga dapat mengungkapkan aspek
kejiwaan lainnya, yaitu aspek nilai atau sikap (Physycimotor Domain)
yang melekat pada diri masing-masing individu peserta didik. Jika dikaitkan
dengan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam, maka
evaluasi hasil belajar dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
hendaknya bukanhanya mengungkap pemahaman peserta didik terhadap ajaran-ajaran
agama islam, melainkan juga harus dapat mengungkap, sejauh mana peserta didik
dapat menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran islam tersebut dalam kehidupan
mereka sehari-hari.[3]
8. Bermakna
Hasil penilaian harus bermakna bagi guru, orangtua, anak didik dan
pihak-pihak lain yang membutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan anak.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Evaluasi
adalah suatu proses, yakni proses menentukan sampai berapa jauh kemampuan yang
dapat dicapai oleh siswa dalam proses belajar mengajar. Dan dalam evaluasi
diperlukan prinsip-prinsip sebagai petunjuk agar dalam pelaksanaan evaluasi
dapat lebih efektif. Prinsip-prinsip itu antara lain:
1. Valid
2. Berorientasi
pada kompetensi
3.Mendidik
4.Adil dan objektif
5.Terbuka
6.Berkesinambungan
7. Keseluruhan
8.Bermakna
DAFTAR PUSTAKA
Suke Silverius, Evaluasi
hasil elajar dan umpan balik, (Jakarta: Grasindo, 1991) h. 11-12
Zaenal
arifin, evalusi pembelajaran, prinsip, teknik, prosdur, (bandung: PT
Remaja Rosda Karya, 2009) h. 31
Prof Dr. Annas Sudijono “ Pengantar Evaluasi Pendidikan ” PT Raja GrafindoPersada ; Jakarta

Nice
BalasHapus