Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Riwayat perjuanganmu yang kubaca

Raden Ajeng Kartini Namamu harum mewangi  Kau berjuang dari balik ayu sikapmu Juga dibalik keanggunan Ada keperdulian,impian dan harapan Keinginanmu memajukan perempuan pribumi Agar diberi kebebasan dan kesetaraan Kau berontak menuntut emansipasi Dirimu terlelap diusia muda  Namun karyamu terus berkelana Terang kini telah terbit Dan senyum telah kembali bangkit

Lomba Seni

  Suatu ketika di sebuah sekolah, akan diadakannya lomba seni.ada menyanyi, membaca puisi karangan sendiri, musik dan banyak lagi.    Siswa siswi disana antusias sekali mengikuti lomba, karena guru mereka akan memberikan hadiah kepada anak yang berprestasi.      Suatu ketika Ica telah membaca pengumuman lomba seni, Ica sangat senang, namun Ica ragu untuk mengikuti lomba membaca puisi, dia takut kalau puisinya tidak sebagus teman yang lainnya.        2 tahun lalu, tepatnya ketika Ica kelas 5 SD, dia membuat puisi yang berjudul "Sahabat senja pada putaran waktu", dan Ica meminta tolong kepada ibunya, untuk mempublikasikannya ke blogger Ica, namun ibunya menolak, ibunya menanyakan kenapa kau memberi judul ini, sebaiknya kau ubah menjadi gadis senja. Mendengar komentar ibunya , Ica segera ke kamarnya untuk mengganti judul puisinya. Tak lama kemudian Ica menemui ibunya kembali, ternyata ibunya keluar rumah. Ica tidak ingin menunggu, sehingga ...

Alarm dari alam

Ketika udara dingin menusuk jiwa Angin berbisik pelan "Bangunlah! " Aku langsung terbngun dari tidurku Ku lihat ke arah jam dinding yang berjalan lambat, masih jam 03:00 malam.  Aku diam dan berpikir Tersentak,  menyala sinar di kepalaku Ini sebuah alarm dari alam untuk mengingt-Nya Airpun terdengar mengalir  Seolah memanggil untuk segera melaksanakan sholat tahajud  Agar aku selalu mengingat-Mu  Wahai Pemilik Alam. Banyuasin,  13 April 2020

Senja pulang bersamamu

Senja pulang bersamamu Syair ini kutuliskan dibuku diari dalam mengenang seribu janji yang telah usang Merangkul mimpi bahagia  Menjelma menjadi air mata  Melati melambangkan haru suka cita Berganti haluan menjadi bunga duka Kita tak pernah menyangka Takdir menyapa Mengukir sajak yang hampir mati Mengubur jiwa yang luka Senja di stasiun kereta api Menjadi saksi bisu Banyuasin,7 april 2020