Langsung ke konten utama

Senja pulang bersamamu

Senja pulang bersamamu

Syair ini kutuliskan dibuku diari
dalam mengenang seribu janji yang telah usang
Merangkul mimpi bahagia 
Menjelma menjadi air mata 
Melati melambangkan haru suka cita
Berganti haluan menjadi bunga duka
Kita tak pernah menyangka
Takdir menyapa
Mengukir sajak yang hampir mati
Mengubur jiwa yang luka
Senja di stasiun kereta api
Menjadi saksi bisu


Banyuasin,7 april 2020

Komentar

  1. Senja rajin banget ya mampir ke sajak atau puisi. 😄
    Keren, semangat bersajak dan berpuisi.
    Mungkin lebih pas kalau ada bagian yang sedikit menggambarkan tentang "mu" seperti di judul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehhe, aku juga pengen jadi senja, air,hujan ,pohon dan rindu. Yang selalu engkau sebut dalam puisimu mbk 🤭

      Hapus
  2. Sejauh ini sudah bagus puisinya. Mungkin kata melati nya bisa diganti dengan kata yang berhubungan dengan senja. Semangat!!! Jangan pantang menyerah dalam belajar.

    BalasHapus
  3. Senja,angin, hujan, dan rindu.

    Tetap semangat jadi penyair

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheheh. Kata-kata sakral yg sering menjadi pelengkap dalam bait syair.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalam Al-Qura'an pecahkan misteri laut

Sejarah terbentuknya laut    Bumi dilahirkan 4,5 milyar tahun yang lalu. Menurut ceritanya, tata surya kita yang bernama Bima Sakti, terbentuk dari kumpulan debu di angkasa raya yang dalam proses selanjutnya tumbuh menjadi gumpalan bebatuan dari mulai yang berukuran kecil hingga ke ukuran asteroid sebesar ratusan kilometer. Bebatuan angkasa tersebut selanjutnya saling bertabrakan, dimana awalnya tabrakan yang terjadi masih lambat. Akibat adanya gaya gravitasi, bebatuan angkasa yang saling bertabrakan itu saling menyatu dan membentuk suatu massa batuan yang kemudian menjadi cikal bakal (embrio) bumi. Lama kelamaan dengan semakin banyaknya bebatuan yang menjadi satu tersebut, embrio bumi tumbuh semakin besar. Sejalan dengan semakin berkembangnya embrio bumi tersebut, semakin besar pula gaya tarik gravitasinya sehingga bebatuan angkasa yang ada mulai semakin cepat menabrak permukaan embrio bumi yang sudah tumbuh semakin besar itu. Akibat tumbukan2 yang sangat dahsyat tersebu...