Senja pulang bersamamu
Syair ini kutuliskan dibuku diari
dalam mengenang seribu janji yang telah usang
Merangkul mimpi bahagia
Menjelma menjadi air mata
Melati melambangkan haru suka cita
Berganti haluan menjadi bunga duka
Kita tak pernah menyangka
Takdir menyapa
Mengukir sajak yang hampir mati
Mengubur jiwa yang luka
Senja di stasiun kereta api
Menjadi saksi bisu
Banyuasin,7 april 2020
Senja rajin banget ya mampir ke sajak atau puisi. 😄
BalasHapusKeren, semangat bersajak dan berpuisi.
Mungkin lebih pas kalau ada bagian yang sedikit menggambarkan tentang "mu" seperti di judul.
Hehehhe, aku juga pengen jadi senja, air,hujan ,pohon dan rindu. Yang selalu engkau sebut dalam puisimu mbk 🤭
HapusSejauh ini sudah bagus puisinya. Mungkin kata melati nya bisa diganti dengan kata yang berhubungan dengan senja. Semangat!!! Jangan pantang menyerah dalam belajar.
BalasHapusTerima kasih mbk masukkannya, motivasiku💞
HapusSenja,angin, hujan, dan rindu.
BalasHapusTetap semangat jadi penyair
Heheheh. Kata-kata sakral yg sering menjadi pelengkap dalam bait syair.
Hapus