Judul: perempuan selalu ingat
Tebal buku: 138 halaman
Penulis: Dian rennuati
Penerbit: Halaman moeka publishing
Cetakan: pertama, Juni 2018
Pengulas: Liyana Haryani
ISBN: 978-602-269-269-0
Rindu
Dirimu spektrum biru meruah
dari jarak yang tak sanggup kutempuh
Meski kuhela jiwa sungguh
Bagaimana ungkapkan padamu
Bahwa pada masa gerimis, rintik itu patah dihadapanku
Bahwa pada masa kemarau, daun pun jatuh ketika hijau
Dulu, kita kerap menghias Inai. Mesra tersiram rinai
Mengeja nada hingga tepian. Terpesona titik beraturan
Bagaimana menjelaskannya?
Rasa ini umpama bambu, rumput yang sabar menanti
Menjulang setelah puas akarnya menghujam
Tubuh seolah lumpuh. Hati tumbuh dalam kontak Jumud
Jika teringat maka pilu. Menyebut nama juga kelu.
Menitip harap pada Tuhan,
Semoga terselip namaku dalam doamu
Diam-diam...
(November 2016)
Sangat menyenangkan membaca puisi, karena kita bisa memaknai sebuah puisi dengan cara kita sendiri. Membaca puisi bisa jadi salah satu cara untuk melepas penat. Membaca puisi juga bisa membawa kita ke ruang- ruang perasaan yang belum pernah kita pahami sebelumnya.
Membaca puisi- puisi perempuan selalu ingat, kita akan terpesona menikmati setiap bait puisinya. Puisi yang berlatarkan persoalan tentang kematian atau perjuangan kehidupan yang dikemas dengan kelembutan bahasa yang khas dengan perempuan sehingga sangat menarik.
Ketika ku membaca puisi ini seperti menceritakan diriku sendiri. Perempuan dengan segala cerita serta problemnya seperti kehidupan, waktu, ungkapan serta perasaan dituliskan dalam larik - larik puisi yang begitu dalam. Sehingga siapa yang membaca akan menjiwai setiap bait puisi ini . Ada banyak emosi ditemukan dalam puisi-puisinya. Soal kerinduan, kesepian, kebahagiaan, kesedihan dan keikhlasan.
Membaca puisi-puisi kumpulan perempuan selalu ingat, diselembar puisi "Mengingat Mati", kita akan diajak untuk kembali mempertanyakan kehidupan yang fana ini, seperti bait pada puisi ini :
"Terbangun dari mimpi dunia, fana tak jua sudah
Bersisian semisal siang dan malam, laksana dua sisi mata uang
Hidup dan mati itu mati itu satu paket , tak terpisah, tak berjarak".
Begitu lekat dengan kematian, puisi ini bisa sebagai penasihat diri kita. Karena ada pesan-pesan yang disematkan dalam setiap puisinya.
Pada bagian potret, bahasan tentang Tuhan ditulis dalam larik puisi dengan makna yang begitu dalam. Seperti puisi yang berjudul "Kau Pemberi". Puisi yang memberi nuansa positif yang membuat orang yang membacanya akan merasakan perasaan yang begitu hangat.
Cover buku perempuan selalu ingat bagi saya mempunyai arti yang menarik dengan gambar bunga yang menjadi ilustrasi dari perempuan . Bunga sangat disukai oleh perempuan apalagi yang sedang jatuh cinta. Dan ada beberapa perasan baik yang dilambangkan dengan bunga yaitu : cinta dilambangkan dengan bunga, keindahan dilambangkan dengan bunga, dan memori indah dilambangkan dengan bunga. Cover dan isi puisi yang sangat menyatu memberikan kesan dan pesan yang sangat baik sehingga kita dapat memetik makna yang terkandung dalam buku puisi perempuan selalu ingat.
Ketika kita membaca puisi sebaiknya memang dilakukan secara pelan-pelan sehingga makna dan pesan yang disampaikan bisa kita terima dan pahami dengan baik. Pastinya setiap pusing memiliki keindahannya masing-masing. seperti puisi-puisi dalam buku perempuan selalu ingat.
#wagflpsumselmenulis #flpsumselmenulis
#flpsumsel #flpoke
Komentar
Posting Komentar