(Karya : Liyana Haryani)
Gugurnya hati pada atma yang rapuh
Membancang emosi yang tak bertepi
Agah terdayuh dari sebuah kisah ini
Hidup hanya penawar rasa
terasing dari cinta yang lain
Lupakan janji yang dulunya manis
Jangan bermain dengan hati
Agar tak ada hati yang terkoyak dan menyisakan perihnya dari tikaman duri asmara
Dan kau tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
Sebelum akhirnya aku harus menyerah.
Banyuasin, 9 Juni 2020
Mantap, konsisten aja yg penting,
BalasHapusHati-hati dengan hati, karena hati bisa sakit hati. Bisa-bisa berujung pada belati.
BalasHapusJangan mencoba meletakkan hati pada tempat yang salah kalau tak ingin hati kita tersayat.
BalasHapusMutiara kehidupan. Tinggal kita harus menanggapinya dengan cara apa dan bagaimana. Semoga kebaikan menyertaimu
BalasHapusPerkara hati memang tidak sesederhana yang terlihat. Tapi di sisi lain, cukup mudah sebenarnya. Hanya perlu kembali pada Sang Pembolak-balik hati.
BalasHapusHal yang tidak mengenakkan adalah membiarkan apa yang ingin kita ucapkan tetap tersembunyi di dalam hati. Lets speak up!
BalasHapus